ADS SPACE

News

The latest technology news for smartphones, tablets, computers, laptops, smart home devices, electronics, tech trends, etc.

KPK Mengungkap Kasus Korupsi Dana CSR BI: Pembentukan Yayasan Palsu sebagai Penampung Dana

February 19, 2025
"KPK Mengungkap Kasus Korupsi Dana CSR BI: Pembentukan Yayasan Palsu sebagai Penampung Dana"

1. KPK telah merinci bagaimana dana CSR Bank Indonesia (BI) dicuri dalam sebuah skema korupsi. Menurut mereka, dana tersebut ditransfer ke rekening yayasan sebelum dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan keluarganya. 2. KPK mengungkapkan bagaimana skema korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) terjadi. Dana tersebut, katanya, dialihkan ke rekening yayasan, kemudian dialihkan kembali ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya. 3. Menurut KPK, dana CSR Bank Indonesia (BI) dikirim ke rekening yayasan dan kemudian dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan keluarganya dalam skema korupsi. 4. KPK menjelaskan bahwa dana CSR Bank Indonesia (BI) dipindahkan ke rekening yayasan dan kemudian dipindahkan kembali ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya sebagai bagian dari modus korupsi. 5. Dalam kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI), KPK mengungkapkan bahwa dana tersebut awalnya dikirim ke rekening yayasan dan kemudian dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya. 6. KPK telah mengungkapkan detail dari kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI), dimana dana tersebut ditransfer ke rekening yayasan, lalu ditransfer kembali ke rekening pribadi pelaku dan kerabatnya. 7. KPK mengungkapkan bahwa dalam kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI), dana tersebut dikirim ke rekening yayasan, dan kemudian dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya. 8. KPK telah menggali lebih dalam ke dalam skema korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) dan menemukan bahwa dana tersebut ditransfer ke rekening yayasan sebelum dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan keluarganya. 9. KPK mengungkapkan bahwa dana CSR Bank Indonesia (BI) disalurkan ke rekening yayasan dan kemudian dikembalikan ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya dalam skema korupsi. 10. Dalam kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI), KPK mengungkapkan bahwa dana tersebut ditransfer ke rekening yayasan dan kemudian ditransfer kembali ke rekening pribadi pelaku dan sanak saudaranya.

1. "Apa yang kami dan tim penyidik temukan adalah, uang yang masuk ke rekening yayasan, lalu ditransfer kembali ke rekening pribadi, rekening saudara, dan rekening orang yang menjadi nomineenya," ujar Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Rabu (19/2/2025). 2. "Kami telah menemukan bahwa uang yang masuk ke yayasan kemudian ditransfer balik ke rekening pribadi, rekening saudaranya, dan rekening orang yang menjadi nomineenya," kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025). 3. "Hasil temuan penyidik menunjukkan bahwa uang yang masuk ke yayasan kemudian dipindahkan ke rekening pribadi, rekening saudaranya, dan rekening orang yang bertindak sebagai nomine," ungkap Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025). 4. "Dari hasil penyelidikan, kami menemukan bahwa uang yang masuk ke yayasan kemudian ditransfer balik ke rekening pribadi, ada juga yang ke rekening saudaranya dan rekening orang yang menjadi nomineenya," tambah Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025). 5. "Penyidik menemukan bahwa uang yang masuk ke yayasan selanjutnya dipindahkan kembali ke rekening pribadi, rekening saudaranya, dan rekening orang yang bertugas sebagai nomineenya," kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur Rahayu di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (19/2/2025).

1. Asep mengungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) memang memiliki sistem penyaluran CSR yang tidak langsung kepada individu, melainkan harus melalui yayasan atau lembaga terkait. Dalam kasus ini, orang-orang yang terlibat telah membuat yayasan khusus untuk menampung dana tersebut. 2. Menurut Asep, BI memang memiliki kebijakan penyaluran CSR yang tidak langsung kepada orang perorangan, tetapi perlu melalui yayasan. Ia menambahkan bahwa dalam kasus ini, para pelaku telah membuat yayasan khusus untuk memanfaatkan dana tersebut. 3. Asep menjelaskan bahwa BI memiliki mekanisme penyaluran CSR yang tidak secara langsung diberikan kepada individu, melainkan melalui yayasan. Dalam situasi ini, katanya, para pelaku yang terlibat telah mendirikan yayasan untuk menyalurkan dana tersebut. 4. Dalam penjelasannya, Asep mengatakan bahwa BI memang memiliki skema penyaluran CSR yang tidak langsung kepada masyarakat, tapi harus melalui yayasan. Dalam kasus ini, para pelaku telah membuat yayasan khusus untuk mengalokasikan dana tersebut. 5. "BI memang memiliki sistem penyaluran CSR yang tidak langsung kepada orang, tapi harus melalui yayasan," ujarnya. Asep menambahkan bahwa dalam kasus ini, para pelaku telah membentuk yayasan khusus untuk menampung dana tersebut. 6. Asep menjelaskan bahwa penyaluran CSR oleh BI memang tidak langsung kepada individu, tetapi melalui yayasan. Ia menambahkan bahwa para pelaku dalam kasus ini telah mendirikan yayasan untuk menyalurkan dana tersebut. 7. Menurut penjelasan Asep, BI memang memiliki cara penyaluran CSR yang tidak langsung kepada orang, namun melalui yayasan. Ia menuturkan bahwa para pelaku dalam kasus ini telah mendirikan yayasan khusus untuk menampung dana tersebut.

1. "Uang tersebut dialirkan melalui yayasan yang telah dibuat. Komisi XI, di mana Saudara S dan Saudara HG berada, juga telah menerima informasi ini," katanya. 2. "Ini juga telah diberikan kepada Komisi XI, tempat dimana Saudara S dan Saudara HG berada. Yayasan itu dibuat dan melalui yayasan tersebut, uang tersebut dialirkan," ujarnya. 3. "Saudara S dan Saudara HG, yang berada di Komisi XI, juga diberi tahu tentang hal ini. Yayasan yang dibuat itulah yang digunakan untuk mengalirkan dana," tambahnya. 4. "Komisi XI, di mana Saudara S dan Saudara HG berpartisipasi, juga telah diberi tahu. Uang tersebut dialirkan melalui yayasan yang mereka buat," katanya. 5. "Saudara S dan Saudara HG, yang merupakan bagian dari Komisi XI, juga menerima penjelasan ini. Uang tersebut disalurkan melalui yayasan yang mereka dirikan," ujarnya. 6. "Ini juga telah diberikan kepada Komisi XI, di mana Saudara S dan Saudara HG bertugas. Dana tersebut dialirkan melalui yayasan yang dibentuk," tambahnya. 7. "Komisi XI, tempat Saudara S dan Saudara HG bekerja, juga telah menerima informasi ini. Mereka membuat yayasan dan melalui yayasan itulah uang tersebut dialirkan," katanya. 8. "Saudara S dan Saudara HG, yang merupakan anggota Komisi XI, juga telah mendapatkan penjelasan ini. Uang tersebut dialirkan melalui yayasan yang mereka bentuk," ujarnya. 9. "Ini juga telah disampaikan kepada Komisi XI, di mana Saudara S dan Saudara HG berada. Mereka membuat yayasan dan melalui yayasan itu, uang tersebut disalurkan," tambahnya.

1. "Dana CSR awalnya ditujukan untuk urusan sosial, mulai dari pengadaan ambulans hingga beasiswa, tapi para pelaku melakukan penyelewengan terhadap alokasi dana tersebut," ujar Asep. 2. Asep mengungkapkan bahwa penyaluran dana CSR seharusnya digunakan untuk masalah sosial seperti pengadaan ambulans dan beasiswa, namun pada kenyataannya terjadi penyelewengan alokasi dana tersebut. 3. "Awalnya, dana CSR dialokasikan untuk berbagai urusan sosial, seperti pengadaan ambulans dan beasiswa. Namun, dalam praktiknya, terjadi penyelewengan," kata Asep. 4. Menurut Asep, penyaluran dana CSR sejatinya ditujukan untuk urusan sosial seperti pengadaan ambulans dan beasiswa, namun terjadi penyelewengan dalam prosesnya. 5. "Dalam teorinya, dana CSR digunakan untuk keperluan sosial mulai dari pengadaan ambulans hingga beasiswa, tapi pada realitanya, terjadi penyelewengan," tambah Asep. 6. "Dana CSR dimaksudkan untuk urusan sosial, termasuk pengadaan ambulans dan beasiswa, tetapi terjadi penyelewengan dalam alokasi dana tersebut," kata Asep. 7. Asep mengungkapkan, penyaluran dana CSR yang seharusnya digunakan untuk pengadaan ambulans hingga beasiswa, malah disalahgunakan oleh para pelaku. 8. "Seharusnya, dana CSR digunakan untuk urusan sosial seperti pengadaan ambulans dan beasiswa, namun nyatanya terjadi penyelewengan," ujar Asep. 9. "Dana CSR yang awalnya dialokasikan untuk urusan sosial dari pengadaan ambulans hingga beasiswa, malah disalahgunakan," tambahnya, Asep. 10. Asep menegaskan, penyaluran dana CSR yang semestinya difokuskan untuk urusan sosial seperti pengadaan ambulans dan beasiswa, justru sering mengalami penyelewengan.

1. "Pembelian ambulans, beasiswa, dan kegiatan pembangunan rutin merupakan sebagian dari keperluannya. Pokoknya, semuanya berorientasi pada kegiatan sosial," katanya. 2. "Kami membutuhkan dana untuk pembelian ambulans, beasiswa, dan juga kegiatan pembangunan rutin, serta berbagai keperluan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan sosial," ujarnya. 3. "Ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi seperti pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan lainnya, yang semuanya bertujuan untuk kegiatan sosial," tambahnya. 4. "Keperluan yang ada mencakup pembelian ambulans, pemberian beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan lainnya, yang semuanya berorientasi pada kegiatan sosial," katanya. 5. "Keperluannya meliputi pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan kegiatan sosial," ujarnya. 6. "Kami memerlukan dana untuk berbagai keperluan seperti pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan berbagai aktivitas sosial lainnya," tambahnya. 7. "Kami memiliki sejumlah keperluan termasuk pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan lainnya, yang semuanya ditujukan untuk kegiatan sosial," katanya. 8. "Beberapa keperluan yang harus dipenuhi mencakup pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan lain-lain, semuanya berfokus pada kegiatan sosial," ujarnya. 9. "Dana yang kami butuhkan akan digunakan untuk pembelian ambulans, beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan segala kegiatan sosial lainnya," tambahnya. 10. "Pembelian ambulans, pemberian beasiswa, kegiatan pembangunan rutin dan berbagai keperluan lainnya, semua berorientasi pada kegiatan sosial," katanya.

Related article
ADS SPACE