News
Kisah Tragis Pembunuhan Ayah dan Anak di Blora: Dendam Kerabat yang Berujung Racun

1. Polisi telah berhasil menangkap seorang individu berinisial MK yang dicurigai telah melakukan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak. MK diduga menggunakan racun khusus untuk melakukan aksi pembunuhan ini di Blora. Dugaan kuat motif dibalik tindakan ini adalah dendam kesumat. 2. MK, individu yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak, kini telah berhasil ditangkap oleh polisi. MK disebut-sebut menggunakan racun khusus dalam aksi pembunuhan yang terjadi di Blora ini. Motif yang melatarbelakangi aksi tersebut diduga kuat adalah dendam kesumat. 3. Seorang berinisial MK telah ditangkap oleh kepolisian atas dugaan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), seorang ayah dan anak. Dalam aksinya, MK diduga menggunakan racun tertentu untuk membunuh keduanya di Blora. Dendam kesumat disebut sebagai motif dari pembunuhan tersebut. 4. Seorang ayah dan anak, Muslikin (45) dan SK (9), telah menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang berinisial MK. Polisi telah berhasil menangkap MK yang diduga menggunakan racun tertentu dalam aksi pembunuhan di Blora tersebut. Dendam kesumat menjadi motif utama dugaan pembunuhan tersebut. 5. Pelaku pembunuhan ayah dan anak di Blora, berinisial MK, kini telah berhasil ditangkap oleh polisi. MK diduga membunuh Muslikin (45) dan SK (9) dengan menggunakan racun tertentu. Dugaan kuat motifnya adalah dendam kesumat. 6. Individu berinisial MK telah ditangkap polisi atas dugaan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak. MK diduga kuat menggunakan racun tertentu dalam melakukan aksi tersebut di Blora. Motif pembunuhan ini diduga adalah dendam kesumat. 7. Kepolisian telah menangkap MK yang diduga melakukan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak. Dalam aksi pembunuhan di Blora tersebut, MK diduga menggunakan racun tertentu. Dendam kesumat menjadi motif utama dari tindakan keji tersebut. 8. MK, yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9) di Blora, kini telah ditangkap oleh polisi. Tersangka diduga menggunakan racun tertentu dalam melakukan aksi pembunuhan tersebut. Motif yang disebut-sebut adalah dendam kesumat. 9. Seorang berinisial MK telah ditangkap oleh polisi atas dugaan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak. MK diduga menggunakan racun tertentu dalam aksi keji tersebut di Blora. Dendam kesumat adalah motif yang disebut-sebut dalam kasus ini. 10. Polisi telah menangkap seorang individu berinisial MK atas dugaan pembunuhan terhadap Muslikin (45) dan SK (9), ayah dan anak. MK diduga menggunakan racun tertentu untuk melakukan aksi tersebut di Blora. Dendam kesumat menjadi motif utama dalam kasus ini.
1. "Motif pelaku adalah sakit hati dan dendam kepada korban," ungkap Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto dalam pesan singkat yang diterima detikJateng, Sabtu (1/3/2025). 2. Sabtu (1/3/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto melalui pesan singkat kepada detikJateng, mengungkapkan bahwa pelaku melakukan tindakan tersebut karena sakit hati dan dendam kepada korban. 3. AKBP Wawan Andi Susanto, Kapolres Blora, pada Sabtu (1/3/2025) melalui pesan singkat kepada detikJateng, menyatakan bahwa sakit hati dan dendam kepada korban menjadi alasan pelaku melakukan tindakan tersebut. 4. Dalam pesan singkat yang diterima detikJateng, Sabtu (1/3/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto mengungkapkan bahwa pelaku bertindak atas dasar sakit hati dan dendam kepada korban. 5. "Pelaku melakukan hal tersebut karena sakit hati dan dendam kepada korban," kata Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto kepada detikJateng melalui pesan singkat, Sabtu (1/3/2025). 6. AKBP Wawan Andi Susanto, Kapolres Blora, mengatakan dalam pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (1/3/2025), bahwa sakit hati dan dendam kepada korban merupakan motif pelaku. 7. "Sakit hati dan dendam kepada korban menjadi alasan pelaku," ujar Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto dalam pesan singkat yang dikirimkan ke detikJateng, Sabtu (1/3/2025). 8. Melalui pesan singkat yang diterima detikJateng, Sabtu (1/3/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto membeberkan bahwa sakit hati dan dendam kepada korban menjadi latar belakang tindakan pelaku. 9. "Tindakan pelaku dipicu oleh sakit hati dan dendam kepada korban," ucap Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto kepada detikJateng melalui pesan singkat, Sabtu (1/3/2025). 10. Dalam pesan singkat kepada detikJateng, Sabtu (1/3/2025), Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menambahkan bahwa sakit hati dan dendam kepada korban menjadi pemicu tindakan pelaku.
1. Pada hari Selasa (25/2), pelaku telah berhasil ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur. Dia mengatakan bahwa korban dan pelaku sebenarnya adalah kerabat. 2. Pelaku berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (25/2). Menurut keterangan yang dia berikan, pelaku dan korban ternyata memiliki hubungan kerabat. 3. Berdasarkan informasi yang dia berikan, pelaku yang ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (25/2) ini adalah kerabat dari korban. 4. Di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur, pelaku berhasil ditangkap pada hari Selasa (25/2). Dia mengatakan bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan kekerabatan. 5. Dia mengatakan bahwa pelaku, yang ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Selasa (25/2), adalah kerabat dari korban. 6. Dia mengungkapkan bahwa pelaku, yang ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (25/2), memiliki hubungan kekerabatan dengan korban. 7. Penangkapan pelaku berlangsung di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Selasa (25/2). Dia menambahkan bahwa pelaku dan korban sebenarnya adalah kerabat. 8. Pelaku kasus ini ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (25/2). Dia ujarnya, pelaku dan korban ternyata memiliki hubungan kekerabatan. 9. Pelaku, yang ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur pada hari Selasa (25/2), merupakan kerabat korban menurut keterangan yang dia berikan. 10. Pada Selasa (25/2), pelaku ditangkap di Bandara Samarinda, Kalimantan Timur. Dia menyatakan bahwa pelaku dan korban ternyata adalah kerabat.
1. "Syukur Alhamdulillah, kami berhasil mengungkap pelaku pembunuhan di Kecamatan Ngawen. Ternyata, pelaku dan korban memiliki hubungan kerabat," ujarnya. 2. "Alhamdulillah, kami telah berhasil mengungkap identitas pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen. Pelaku ternyata masih berkerabat dengan korban," katanya. 3. "Kami berterima kasih kepada Tuhan, pelaku pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Ngawen telah berhasil kami ungkap. Menariknya, pelaku dan korban ternyata masih memiliki hubungan kerabat," tambahnya. 4. "Alhamdulillah, kami dapat mengidentifikasi pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen. Menurut investigasi kami, pelaku dan korban ternyata masih berkerabat," jelasnya. 5. "Beruntung, pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen dapat kami tangkap. Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa pelaku dan korban memiliki hubungan kerabat," katanya. 6. "Kami bersyukur, pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen telah berhasil kami temukan. Dari hasil penyelidikan, pelaku dan korban ternyata berkerabat," ujarnya. 7. "Alhamdulillah, pelaku pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Ngawen berhasil kami ungkap dan ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan korban," tambahnya. 8. "Syukur Alhamdulillah, pelaku pembunuhan di Kecamatan Ngawen dapat kami tangkap dan ternyata masih berkerabat dengan korban," jelasnya. 9. "Dengan rasa syukur, kami berhasil menemukan pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen yang ternyata berkerabat dengan korban," katanya. 10. "Alhamdulillah, pelaku kasus pembunuhan di Kecamatan Ngawen berhasil kami ungkap. Pelaku ternyata masih memiliki hubungan kerabat dengan korban," tambahnya.